About Me

Rabu, 25 November 2015

FORUM AKADEMIK



Nama                         : SAIFUL KALLANG
nim                             : d221 15 009
jurusan/prodi       : tEknik MESIN / TEKNIK INDUSTRI


“FORUM AKADEMIK”

Pekerjaaan Rumah (Assignment)
v  Temukan berbagai macam ‘forum akademik’
v  Jelaskan fungsi dan outcome dari setiap forum
v  Deskrisi-kan peran yang seyogyanya dibawakan oleh posisi-posisi yang terlibat dalam setiap forum
Sesuai adab akademik

I. Macam Forum Akademik
1.      Diskusi
2.      Seminar
3.      Simposium
4.      Kuliah Umum (Stadium General)

II. Fungsi dan Tata Cara/Gambaran dalam Forum Akademik
Forum akademik memiliki banyak macamnya yang berbeda-beda bentuk dan tata caranya. Berikut ini beberapa bentuk forum akademik yang banyak diselenggarakan dikalangan civitas akademika:

1.      Diskusi
Diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih/kelompok. Biasanya komunikasi antara mereka/kelompok tersebut berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar. Diskusi bisa berupa apa saja yang awalnya disebut topik. Dari topik inilah diskusi berkembang dan diperbincangkan yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu pemahaman dari topik tersebut.
Diskusi mempunyai tujuan untuk mendapatkan suatu pengertian tentang perbedaan dan kesamaan pendapat, mengadakan kesepakatan, memperoleh keputusan bersama mengenai suatu masalah, belajar dari orang lain dari banyak hal, menilai pendapat orang lain, dan sebagai wadah untuk mengemukakan ide sendiri untuk diuji dan dinilai kebenarannya.
Pihak-pihak yang yang terlibat dalam diskusi :
1. Moderator adalah pemimpin diskusi atau pengendali diskusi.
2. Peserta (audience) adalah satu kelompok atau dapat dibagi beberapa kelompok.
3. Peninjau adalah Penyelenggara atau Pembina.
4. Pengunjung adalah pemerhati atau hanya sebagai penonton
Tata Pelaksanaan dalam pelaksanaan diskusi kelompok adalah beberapa orang bertukar pikiran tentang masalah khusus untuk mencari pemecahannya.  Masalah yang yang didiskusikan harus dirumuskan sebaik-baiknya sehingga terbatas pada masalah yang kongkrit sehingga tidak ada beberapa masalah yang dibahas berulang-ulang atau  timpang tindih.  
Seperti pada cara mengemukakan pendapat dalam diskusi berikut:
1. Menggunakan bahasa yang baik, logis dan masuk akal.
2. Harus langsung mengena pada pokok persolan.
3. Menghilangkan rasa emosional dan jangan memaksakan kehendak pendapanya harus diterima.
4. Materi pembicaraaan jangan menjatuhkan orang lain atau menjelekkan orang lain.
5. Dalam mengemukakan pendapat merupan solusi bukan menambah permasalahan.
Dalam diskusi sudah barang tentu adaperbedaan pendapat. Berikut contoh kata yang dapat digunakan untuk menyangga pendapat dengan baik: kurang sependapat, kurang dapat diterima, perlu ditinjau kembali, belum sesuai dengan pokok permasalaha, kurang sesuai dan yang terakhir adalah dengan mengatakan mungkin ada pendapat yang lain.
Berikut contoh kata yang dapat digunakan untuk menerima pendapat  dengan baik adalah: pendapat anda sesuai dengan tujuan, saya setuju, pendapat anda sangat bagus, pendapat anda obyektif, dan pendapat anda merupakan solusi terbaik.

2. Seminar 
A. Pengertian
Seminar merupakan suatu pembahasan masalah secara ilmiah, walaupun topik yang dibahas adalah masalah sehari-hari. Dalam membahas masalah, tujuannya adalah mencari suatu pemecahan, oleh karena itu suatu seminar selalu diakhiri dengan kesimpulan atau keputusan-keputusan yang merupakan hasil pendapat bersama, yang kadang-kadang diikuti dengan resolusi atau rekomendasi.
Pembahasan dalam seminar berpangkal pada makalah atau kertas kerja yang telah disusun sebelumnya oleh beberapa orang pembicara sesuai dengan pokok-pokok bahasan yang diminta oleh sesuatu panitia penyelenggara. Pokok bahasan yang telah ditentukan, akan dibahas secara teoritis dan dibagi menjadi beberapa subpokok bahasan bila masalahnya sangat luas. Pada awal seminar, dapat dibuka dengan suatu pandangan umum oleh orang berwenang (yang ditunjuk panitia) sehingga tujuan seminar terarah. Kemudian hadirin (massa) dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membahas permasalahan lebih lanjut. Tiap kelompok dapat diserahi tugas membahas suatu sub pokok bahasan untuk dibahas dalam kelompok yang biasanya juga disebut seksi/komisi, di bawah pimpinan seorang ketua komisi (kelompok). Dari hasil-hasil kelompok, disusun suatu perumusan yang merupakan suatu kesimpulan yang dirumuskan oleh suatu tim perumus yang ditunjuk.
Pembahasan dalam seminar memakan waktu yang lebih lama karena sifatnya yang ilmiah. Apabila para pembicara tidak dapat mengendalikan diri biasanya waktu banyak dipergunakan untuk pembahasan yang kurang penting. Oleh karena itu dibutuhkan pimpinan kelompok yang menguasai persoalan sehingga penyimpangan dari pokok persoalan dapat dicegah. Penyimpangan ini dapat diatasi bila setiap kali ketua sidang menyimpulkan hasil pembicaraan sehingga apa yang akan dibicarakan selanjutnya sudah terarah.
B. Penggunaan Seminar
Seminar akan efektif bila:
1. Tersedia waktu yang cukup untuk membahas persoalan.
2. Problema sudah dirumuskan dengan jelas.
3. Para peserta dapat diajak berfikir logis.
4. Problema memerlukan pemecahan yang sistematis.
 5. Problema akan dipecahkan secara menyeluruh.
 6. Pimpmnan sidang cukup terampil dalam mcnggunakan metode ini.
 7. Kelompok tidak terlalu besar sehingga memungkinkan setiap peserta mengambil      bagian dalam berpendapat.
 C. Kelebihan dan Kelemahan
Kelebihan
Kelemahan
Membangkitkan pemikiran yang logis.
Membutuhkan banyak waktu.
Mendorong pada analisa menyeluruh.
Memerlukan pimpinan yang terampil.
Prosedurnya dapat diterapkan untuk berbagai jenis problema.
Sulit dipakai bila kelompok terlalu besar.
Membangkitkan tingkat konsentrasi yang tinggi pada diri peserta.
Mengharuskan setiap anggota kelornpok untuk mempelajari terlebih dahulu.
Meningkatkan keterampilan dalam
mengenal problema.
Mungkin perlu dilanjutkan pada diskusi yang lain.

3. Simposium    
A. Pengertian
Simposium adalah serangkaian pidato pendek di depan pengunjung dengan seorang pemimpin. Simposium menampilkan beberapa orang pembicara dan mereka mengemukakan aspek-aspek pandangan yang berbeda dan topik yang sama. Dapat juga terjadi, suatu topik persoalan dibagi atas beberapa aspek, kemudian setiap aspek disoroti tersendiri secara khusus, tidak perlu dari berbagai sudut pandangan.
Pembicara dalam simposium terdiri dari pembicara (pembahas utama) dan penyanggah (pemrasaran banding), dibawah pimpinan seorang moderator. Pendengar diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau pendapat setelah pembahas utama dan penyanggah selesai berbicara. Moderator hanya mengkoordinasikan jalannya pembicaraan dan meneruskan pertanyaan-pertanyaan, sanggahan atau pandangan umum dari peserta. Hasil simposium dapat disebar luaskan, terutama dari pembahas utama dan penyanggah, sedangkan pandangan-pandangan umum yang dianggap perlu saja.
B. Penggunaan Simposium
 Simposium dapat digunakan :
1. Untuk mengemukakan aspek-aspek yang berbeda dari suatu topik tertentu. 
2. Jika kelompok peserta besar. 
3. Kalau kelompok membutuhkan keterampilan yang ringkas. 
4. Jika ada pembicara yang memenuhi syarat (ahli dalam bidang yang disoroti). 
C. Kelebihan dan Kelemahan : 
Kelebihan
Kelemahan
Dapat dipakai pada kelompok besar maupun kecil.
Kurang spontanitas dan kneatifitas karena pembahas maupun penyanggah sudah ditentukan. Kurang interaksi kelompok.
Dapat mengemukakan informnasi banyak dalam waktu singkat
Menekankan pokok pembicaraan. Agak terasa formal. Kepribadian pembicara dapat menekankan materi.
Pergantian pembicara menambah variasi dan sorotan dari berbagai segi akan menjadi sidang lebih menarik.
Sulit mengadakan kontnol waktu. Secara umum membatasi pendapat pembicara.
Dapat direncanakan jauh sebelumnya.
Membutuhkan perencanaan sebelumnya dengan hati-hati untuk menjamin jangkauan yang tepat. Cenderung dipakai secara berlebihan.

4. Kuliah Umum (Stadium General) 
Stadium general artinya kuliah umum, kuliah yang boleh diikuti oleh semua mahasiswa dari dalam kampus maupun mahasiswa dari luar kampus.
Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan para mahasiswa baru tentang banyak hal mengenai kuliah yang akan mereka jalani selama tiga hingga enam tahun (waktu normal) dan memberikan gambaran secara garis besar tentang hal-hal yang menyangkut aktivitas kampus baik kuliah, kegiatan ekstra (yang digalang lewat unit-unit kegiatan mahasiswa) maupun kegiatan lain yang mengatasnamakan kampus. Stadium general juga dimaksudkan untuk mendekatkan mahasiswa baru dengan seluk-beluk kehidupan akademis di kampus mereka. Dalam studium general tersebut terdapat sesi seminar yang menghadirkan pembicara dan biasanya dihadiri pula oleh para pengajar dan perwakilan dari unit kegiatan mahasiswa.

0 komentar: