Nama : SAIFUL KALLANG
nim : d221 15 009
jurusan/prodi : tEknik MESIN / TEKNIK INDUSTRI
“FORUM
AKADEMIK”
Pekerjaaan Rumah (Assignment)
v Temukan berbagai macam ‘forum akademik’
v Jelaskan fungsi dan outcome dari setiap
forum
v Deskrisi-kan peran yang seyogyanya dibawakan
oleh posisi-posisi yang terlibat dalam setiap forum
Sesuai adab
akademik
I. Macam Forum Akademik
1. Diskusi
2. Seminar
3. Simposium
4. Kuliah
Umum (Stadium General)
II. Fungsi dan Tata Cara/Gambaran dalam Forum
Akademik
Forum akademik memiliki banyak macamnya yang
berbeda-beda bentuk dan tata caranya. Berikut ini beberapa bentuk forum
akademik yang banyak diselenggarakan dikalangan civitas akademika:
1.
Diskusi
Diskusi
adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih/kelompok. Biasanya
komunikasi antara mereka/kelompok tersebut berupa salah satu ilmu atau
pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan
benar. Diskusi bisa berupa apa saja yang awalnya disebut topik. Dari topik
inilah diskusi berkembang dan diperbincangkan yang pada akhirnya akan
menghasilkan suatu pemahaman dari topik tersebut.
Diskusi mempunyai tujuan untuk mendapatkan
suatu pengertian tentang perbedaan dan kesamaan pendapat, mengadakan
kesepakatan, memperoleh keputusan bersama mengenai suatu masalah, belajar dari
orang lain dari banyak hal, menilai pendapat orang lain, dan sebagai wadah
untuk mengemukakan ide sendiri untuk diuji dan dinilai kebenarannya.
Pihak-pihak yang yang terlibat dalam diskusi :
1. Moderator
adalah pemimpin diskusi atau pengendali diskusi.
2. Peserta
(audience) adalah satu kelompok atau dapat dibagi beberapa kelompok.
3. Peninjau adalah
Penyelenggara atau Pembina.
4. Pengunjung
adalah pemerhati atau hanya sebagai penonton
Tata Pelaksanaan dalam pelaksanaan diskusi
kelompok adalah beberapa orang bertukar pikiran tentang masalah khusus untuk
mencari pemecahannya. Masalah yang yang didiskusikan harus
dirumuskan sebaik-baiknya sehingga terbatas pada masalah yang kongkrit sehingga
tidak ada beberapa masalah yang dibahas berulang-ulang atau timpang
tindih.
Seperti pada cara mengemukakan pendapat dalam
diskusi berikut:
1. Menggunakan
bahasa yang baik, logis dan masuk akal.
2. Harus langsung
mengena pada pokok persolan.
3. Menghilangkan
rasa emosional dan jangan memaksakan kehendak pendapanya harus diterima.
4. Materi
pembicaraaan jangan menjatuhkan orang lain atau menjelekkan orang lain.
5. Dalam
mengemukakan pendapat merupan solusi bukan menambah permasalahan.
Dalam diskusi sudah barang tentu adaperbedaan
pendapat. Berikut contoh kata yang dapat digunakan untuk menyangga
pendapat dengan baik: kurang sependapat, kurang dapat diterima, perlu
ditinjau kembali, belum sesuai dengan pokok permasalaha, kurang sesuai dan yang
terakhir adalah dengan mengatakan mungkin ada pendapat yang lain.
Berikut contoh kata yang dapat digunakan untuk
menerima pendapat dengan baik adalah: pendapat anda sesuai dengan
tujuan, saya setuju, pendapat anda sangat bagus, pendapat anda obyektif, dan
pendapat anda merupakan solusi terbaik.
2. Seminar
A. Pengertian
Seminar merupakan suatu pembahasan masalah
secara ilmiah, walaupun topik yang dibahas adalah masalah sehari-hari. Dalam
membahas masalah, tujuannya adalah mencari suatu pemecahan, oleh karena itu
suatu seminar selalu diakhiri dengan kesimpulan atau keputusan-keputusan yang
merupakan hasil pendapat bersama, yang kadang-kadang diikuti dengan resolusi
atau rekomendasi.
Pembahasan dalam seminar berpangkal pada
makalah atau kertas kerja yang telah disusun sebelumnya oleh beberapa orang
pembicara sesuai dengan pokok-pokok bahasan yang diminta oleh sesuatu panitia
penyelenggara. Pokok bahasan yang telah ditentukan, akan dibahas secara
teoritis dan dibagi menjadi beberapa subpokok bahasan bila masalahnya sangat
luas. Pada awal seminar, dapat dibuka dengan suatu pandangan umum oleh orang
berwenang (yang ditunjuk panitia) sehingga tujuan seminar terarah. Kemudian
hadirin (massa) dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membahas permasalahan
lebih lanjut. Tiap kelompok dapat diserahi tugas membahas suatu sub pokok
bahasan untuk dibahas dalam kelompok yang biasanya juga disebut seksi/komisi,
di bawah pimpinan seorang ketua komisi (kelompok). Dari hasil-hasil kelompok,
disusun suatu perumusan yang merupakan suatu kesimpulan yang dirumuskan oleh
suatu tim perumus yang ditunjuk.
Pembahasan dalam seminar memakan waktu yang
lebih lama karena sifatnya yang ilmiah. Apabila para pembicara tidak dapat
mengendalikan diri biasanya waktu banyak dipergunakan untuk pembahasan yang
kurang penting. Oleh karena itu dibutuhkan pimpinan kelompok yang menguasai
persoalan sehingga penyimpangan dari pokok persoalan dapat dicegah.
Penyimpangan ini dapat diatasi bila setiap kali ketua sidang menyimpulkan hasil
pembicaraan sehingga apa yang akan dibicarakan selanjutnya sudah terarah.
B. Penggunaan Seminar
Seminar akan efektif bila:
1. Tersedia waktu yang cukup untuk membahas
persoalan.
2. Problema sudah dirumuskan dengan jelas.
3. Para peserta dapat diajak berfikir logis.
4. Problema memerlukan pemecahan yang
sistematis.
5. Problema akan dipecahkan secara
menyeluruh.
6. Pimpmnan sidang cukup terampil dalam
mcnggunakan metode ini.
7. Kelompok tidak terlalu besar sehingga
memungkinkan setiap peserta mengambil bagian dalam berpendapat.
C. Kelebihan dan Kelemahan
|
Kelebihan
|
Kelemahan
|
|
Membangkitkan
pemikiran yang logis.
|
Membutuhkan
banyak waktu.
|
|
Mendorong
pada analisa menyeluruh.
|
Memerlukan
pimpinan yang terampil.
|
|
Prosedurnya
dapat diterapkan untuk berbagai jenis problema.
|
Sulit dipakai
bila kelompok terlalu besar.
|
|
Membangkitkan
tingkat konsentrasi yang tinggi pada diri peserta.
|
Mengharuskan
setiap anggota kelornpok untuk mempelajari terlebih dahulu.
|
|
Meningkatkan
keterampilan dalam
mengenal
problema.
|
Mungkin perlu
dilanjutkan pada diskusi yang lain.
|
3. Simposium
A. Pengertian
Simposium adalah serangkaian pidato pendek di
depan pengunjung dengan seorang pemimpin. Simposium menampilkan beberapa orang
pembicara dan mereka mengemukakan aspek-aspek pandangan yang berbeda dan topik
yang sama. Dapat juga terjadi, suatu topik persoalan dibagi atas beberapa
aspek, kemudian setiap aspek disoroti tersendiri secara khusus, tidak perlu
dari berbagai sudut pandangan.
Pembicara dalam simposium terdiri dari
pembicara (pembahas utama) dan penyanggah (pemrasaran banding), dibawah pimpinan
seorang moderator. Pendengar diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau
pendapat setelah pembahas utama dan penyanggah selesai berbicara. Moderator
hanya mengkoordinasikan jalannya pembicaraan dan meneruskan
pertanyaan-pertanyaan, sanggahan atau pandangan umum dari peserta. Hasil
simposium dapat disebar luaskan, terutama dari pembahas utama dan penyanggah,
sedangkan pandangan-pandangan umum yang dianggap perlu saja.
B. Penggunaan Simposium
Simposium dapat digunakan :
1. Untuk mengemukakan aspek-aspek yang berbeda
dari suatu topik tertentu.
2. Jika kelompok peserta besar.
3. Kalau kelompok membutuhkan keterampilan yang
ringkas.
4. Jika ada pembicara yang memenuhi syarat (ahli
dalam bidang yang disoroti).
C. Kelebihan dan Kelemahan :
|
Kelebihan
|
Kelemahan
|
|
Dapat dipakai
pada kelompok besar maupun kecil.
|
Kurang
spontanitas dan kneatifitas karena pembahas maupun penyanggah sudah
ditentukan. Kurang interaksi kelompok.
|
|
Dapat
mengemukakan informnasi banyak dalam waktu singkat
|
Menekankan
pokok pembicaraan. Agak terasa formal. Kepribadian pembicara dapat menekankan
materi.
|
|
Pergantian
pembicara menambah variasi dan sorotan dari berbagai segi akan menjadi sidang
lebih menarik.
|
Sulit
mengadakan kontnol waktu. Secara umum membatasi pendapat pembicara.
|
|
Dapat direncanakan
jauh sebelumnya.
|
Membutuhkan
perencanaan sebelumnya dengan hati-hati untuk menjamin jangkauan yang tepat.
Cenderung dipakai secara berlebihan.
|
4. Kuliah Umum (Stadium General)
Stadium general artinya kuliah umum, kuliah
yang boleh diikuti oleh semua mahasiswa dari dalam kampus maupun mahasiswa dari
luar kampus.
Kegiatan ini bertujuan untuk menambah
pengetahuan para mahasiswa baru tentang banyak hal mengenai kuliah yang akan
mereka jalani selama tiga hingga enam tahun (waktu normal) dan memberikan
gambaran secara garis besar tentang hal-hal yang menyangkut aktivitas kampus
baik kuliah, kegiatan ekstra (yang digalang lewat unit-unit kegiatan mahasiswa)
maupun kegiatan lain yang mengatasnamakan kampus. Stadium general juga dimaksudkan
untuk mendekatkan mahasiswa baru dengan seluk-beluk kehidupan akademis di
kampus mereka. Dalam studium general tersebut terdapat sesi seminar yang
menghadirkan pembicara dan biasanya dihadiri pula oleh para pengajar dan
perwakilan dari unit kegiatan mahasiswa.






0 komentar:
Posting Komentar